Selasa, 18 Oktober 2011
Humor......
kamu mengaku Saja
Seorang guru Sejarah memberikan pertanyaan kepada murid-muridnya,“Anak-anak, siapa yang menulis Pancasila dan UUD 1945?”
Murid-murid semua diam seribu bahasa. Karena hingga menjelang usai jam pelajaran belum satu murid pun menjawab, sang guru marah dan akhirnya menghukum seluruh muridnya berjemur di lapangan upacara hingga sore hari. Salah seorang murid tersebut, sebut saja Anto, tiba di rumah dengan menangis tersedu-sedu. Ayahnya yang keheranan bertanya,
“To, kenapa kamu? Berkelahi?”
Anto menjawab, “Bukan Pak, tapi kami dihukum jemur oleh pak Guru.” Ayahnya bertanya lagi, “Kenapa sampai dihukum?”
Anto menjawab, “Kami tidak menjawab siapa yang menulis Pancasila dan UUD 1945, pak” Tiba-tiba muka sang Ayah merah padam dan menampar anaknya itu sembari menghardik,
“Kenapa tidak mengaku saja kamu yang menulisnya!!!”
Telur dan Ayam_ jumlah telur yang dihasilkan dalam sehari
Ketika seekor ayam betina mencapai usia delapan belas hingga dua puluh minggu, ia akan mulai bertelur. Pada umumnya, seekor ayam betina akan bertelur satu butir setiap hari. Dalam lingkungan yang alami, ayam betina akan terus bertelur di sarangnya hingga mencapai beberapa butir. Kemudian ia akan duduk di atas telur-telur itu hingga menetas.
Siklus reproduktif ayam biasanya berlangsung selama dua puluh empat jam selama bulan-bulan di musim panas. Siklusnya ditentukan oleh lamanya siang hari. Jika siang hari memendek, dan musim dingin mendekat, seekor ayam akan bertelur lebih sedikit, sebab ada hari-hari yang dilaluinya tanpa bertelur. Beberapa jenis ayam betina akan berhenti bertelur sama sekali hingga musim semi tiba. Alasannya adalah karena musim dingin merupakan musim yang tidak baik untuk merawat anak-anak ayam. Cuaca yang dingin akan memperkecil peluang bertahan hidup anak-anak ayam itu.
Ayam betina, seperti semua jenis unggas lainnya, mengeluarkan telur-telurnya melalui saluran keluar yang sama dengan saluran kotorannya. Karena ada kulit yang melipat ke bawah, telur-telur tidak terkontaminasi oleh kotoran apapun yang mungkin ada di dekat lubang pengeluaran. Seekor ayam betina tidak harus dikawinkan agar dia bisa bertelur. Sebagian besar ayam betina di tempat pemeliharaan ayam petelur bahkan tidak pernah sekalipun bertemu dengan ayam jantan.
Setelah ayam betina meletakkan telurnya, ia akan meninggalkan sarangnya. Telur itu dengan cepat akan menjadi dingin dan bisa menjaga sebuah embrio hidup terus hingga dua minggu. Setiap hari, ayam betina itu akan meletakkan telur lain hingga kemudian ada beberapa telur di dalam sarangnya itu. Kemudian ia akan jadi ayam pengeram. Seekor ayam pengeram akan duduk di sarangnya sepanjang siang dan malam, sayapnya akan merungkup sedikit sehingga telur-telurnya tetap hangat. Karena pertumbuhan embiro sempat terhenti saat telur-telur diletakkan, maka mereka akan berkembang secara bersamaan.
Ayam yang sedang dalam masa mengerami akan meninggalkan sarangnya sekali sehari untuk membuang kotoran, makan, dan minum. Siapapun yang mendekati sarangnya akan dia patuk. Setelah tiga minggu mengerami telur, anak-anak ayam akan menetas. Telur yang tidak menetas akan ditinggalkannya sebab ia kemudian akan membawa anak-anaknya ke luar sarang untuk pertama kalinya. Sarang itu kemudian akan ditinggalkan.
Di peternakan atau di tempat pemeliharaan ayam petelur, proses alami di atas akan dihilangkan. Cahaya lampu bisa membuat ayam berpikir bahwa lamanya siang hari tidak berubah. Hal ini menyebabkan jumlah telur yang dihasilkannya akan tetap. Setelah sebutir telur diletakkan, telur itu diambil. Ayam betina itu akan mengira bahwa telur di sarangnya itu selalu tidak cukup, dan dia akan terus bertelur lagi. Ayam yang menolak meletakkan telur di sarangnya akan didorong dengan cara meletakkan beberapa telur palsu di sarangnya. Ayam betina akan terus bertelur hingga mencapai usia dua atau tiga tahun.
Selain cahaya yang terang dan usia tua, ada beberapa alasan lain mengapa seekor ayam betina berhenti bertelur. Salah satunya adalah karena nutrisi pakannya yang buruk. Ayam yang tidak mendapatkan jumlah pakan yang tepat tidak akan mampu menghasilkan telur. Alasan lainnya adalah pergantian bulu. Setelah beberapa bulan bertelur, seekor ayam bisa memasuki siklus pergantian bulu. Karena besarnya energi yang dibutuhkan untuk berganti bulu, tubuh ayam tidak akan memiliki cukup energi untuk bertelur. Ayam betina juga bisa tidak bertelur selama beberapa waktu akibat stress atau penyakit.
Seumur hidupnya, seekor ayam betina bisa menghasilkan telur yang beratnya sebanyak tiga puluh kali bobot tubuhnya.jika satu telur sehari, selama hampir dua setengah tahun, maka jumlah telur totalnya adalah sekitar sembilan ratus telur. Untuk ayam yang ukurannya sekecil itu, itu adalah jumlah yang luar biasa.
Sabtu, 15 Oktober 2011
Peninggalan Sejarah dan Kebudayaan Provinsi Jambi
- Candi Muaro Jambi
Komplek Candi Muaro Jambi terlupakan selama bertahun-tahun. Baru pada abad XIX pusat peribadatan umat Budha itu mendapat perhatian dan sekarang menjadi salah satu obyek wisata. Jambi di kancah kepariwisataan dunia maupun nasional tidak sepopuler Bali ataupun tempat-tempat wisata di Jawa. Ia juga kalah bersaing dengan provinsi tetangganya, Sumatera Selatan, dalam hal jumlah wisatawan. Padahal, provinsi ini menyimpan potensi pariwisata yang tidak kalah unik dan menarik. Ia memiliki komplek candi yang diperkirakan menjadi tempat I-Tsing, rahib asal Tiongkok, memperdalam agama Budha pada abad VII. Komplek candi itu dinamakan Candi Muaro Jambi karena terletak di Kabupaten Muaro Jambi, tepatnya di desa Muaro Jambi. Disebut komplek karena lokasi itu tidak hanya menyimpan satu candi melainkan puluhan candi. Namun, dari puluhan candi itu hanya beberapa yang selesai dipugar, sisanya masih berupa reruntuhan. Adapula gundukan-gundukan tanah bekas reruntuhan (menapo). Candi-candi yang bisa diamati yakni Candi Gumpung, Candi Tinggi, Candi Tinggi I, Candi Kembarbatu, Candi Kedaton, Candi Astano, Candi Gedong I, Candi Gedong II dan Candi Kotomahligai. Keberadaan komplek candi ini belakangan silam mulai populer. Ia menjadi pusat perayaan Waisak selain Candi Borobudur. Setiap tahunnya juga diadakan festival candi yang menarik banyak wisatawan. Selain wisatawan domestik banyak pula penganut agama Budha dari mancanegara yang berkunjung ke komplek candi ini. Ini tidak mengherankan. Pasalnya, ratusan tahun silam situs ini pernah menjadi pusat peribadatan agama Budha Tantrayana. Bukti ini terlihat dari candi dan sarana ritual seperti arca Prajnaparamita, tulisan mantra yang dipahatkan pada lempengan emas atau digoreskan pada bata dan arca gajah singha.
- Suku Anak Dalam ( anak Rimba )
Kelompok masyarakat terasing yang bermukim di sekitar pegunungan duabelas Jambi menyebut diri Orang Rimba yang dibedakan dengan masyarakat luar, yang disebut orang terang. Anak Dalam juga merupakan sebutan diri yang mereka senangi, dan mereka sangat marah jika disebut orang Kubu, sebutan itu dianggap merendahkan diri mereka.
Tentang asal usul Suku Anak Dalam (Muchlas, 1975) menyebutkan bermacam cerita/hikayat dari penuturan lisan yakni: Cerita Buah Gelumpang, Tambo Anak Dalam (Minangkabau), Cerita Orang Kayu Hitam, Cerita Seri Sumatera Tengah, Cerita Perang Jambi dengan Belanda, Cerita Tambo Sriwijaya, Cerita Turunan Ulu Besar dan Bayat, Cerita tentang Orang Kubu. Dari cerita/hikayat tersebut Muchlas menarik kesimpulan bahwa Anak Dalam berasal dari tiga keturunan:
1. Keturunan dari Sumatera Selatan, umumnya tinggal di wilayah Kabupaten Batanghari.
2. Keturunan dari Minangkabau umumnya di Kabupaten Bungo Tebo sebagian Mersan.
3. Keturunan dari Jambi Asli ialah Kubu Air Hitam Kabupaten Sarolangun Bangko.
2. Keturunan dari Minangkabau umumnya di Kabupaten Bungo Tebo sebagian Mersan.
3. Keturunan dari Jambi Asli ialah Kubu Air Hitam Kabupaten Sarolangun Bangko.
- Pulau Berhala
PULAU Berhala memiliki panaroma pantai pasir putih dan batuan vulkanik yang sangat indah dengan lokasi yang sangat dekat dengan daerah penyangga Taman Nasional Berbak. Pulau yang luasnya kurang lebih 10 km persegi ini pada bagian barat mempunyai pantai yang landai dan pada bagian Timur mempunyai tebing-tebing batu karang yang cukup curam. Dalam keadaan laut surut pulau berhala dapat dikelilingi dengan berjalan kaki dalam waktu 6 jam.
Pulau ini dihuni oleh 9 Kepala Keluarga yang berasal dari Suku Melayu Riau dengan mata pencarian sebagai nelayan. Seluruh bukit yang mempunyai ketinggian sekitar 2.000 meter. terdapat pada bagian tengah pulau dan disini ditemui dua buah peninggalan sejarah dan budaya, diantaranya Makam Datuk Paduko Berhalo.Dengan jalan kaki menyusuri bukit melalui jalan setapak + 150 meter akan kita jumpai makam seorang pengembang islam di jambi, bernama Ahmad Salim Yang digelari Datuk Paduko Berhalo. Beliau menukah dengan Putri Raja Jambi, Putri Selaras Pinang Masak yang kemudian hari keduanya memerintah kerajaan Jambi.
Terdapat pula Benteng Peninggalan Jepang pada salah satu bukit di Pulau Berhala ini.Pulau Berhala masuk dalam wilayah Provinsi Jambi. Sebelumnnya Pulau Berhala dibekuk dengan status quo oleh pemerintah pusat menyusul tarik ulur antara Provinsi Kepulau Riau dan Provinsi Jambi.Keputusan tersebut tertuang dalam pasal 3 Peraturan Mendagri Nomor 44 tahun 2011 tentang Penetapan Pulau Berhala.
Inseminasi Buatan Pada unggas
Pendahuluan
Inseminasi buatan (IB) pada unggas sebenarnya sudah dikenal sebelum tahun 1926 di daratan China dimana pada saat itu IB dilaksanakan untuk ternak itik. 25 tahun kemudian IB dipraktekkan di Eropa Timur dan Israel pada angsa. Namun dalam perkembangannya hingga saat ini sudah jauh dikenal untuk mengembangkan unggas terutama untuk ayam pembibit.
Teknik perkawinan secara IB mutlak diperlukan untuk mempercepat peningkatan populasi ayam, khususnya ayam petelur, pedaging dan ayam kesayangan lainnya. Teknik IB merupakan bagian dari tatalaksana ternak unggas dengan tujuan utama adalah memproduksi anak ayam semaksimal mungkin. Disini ada keterkaitan antara fertilitas, daya tetas dan kemampuan memproduksi anak ayam. Keberhasilan untuk menghasilkan anak ayam yang berkualitas tinggi tidak terlepas dari jumlah anak ayam yang menetas (daya tetas), sedangkan daya tetas selalu berhubungan dengan fertilitas telur. Tatalaksana yang baik dari induk yang meliputi; perkandangan, pemberian pakan, pemilihan bibit dan teknik perkawinan yang betul akan menghasilkan fertilitas yang tinggi. Dengan manajemen yang baik maka anak ayam yang dihasilkan kemudian akan digunakan sebagai pengganti induk.
Tujuan inseminasi buatan pada ayam dan ayam kesayangan adalah:
1. Mempercepat proses regenerasi
Regenerasi pada makhluk hidup selalu terjadi terus menerus dan merupakan fenomena alam. Siklus dari regenerasi pada unggas relative cepat dibandingkan dengan ternak mamalia. Namun apabila dibandingkan dengan perkawinan alam ternyata regenerasi ini dapat dipercepat dengan cara perkawinan secara alam tidak dapat dikontrol umlah sperma yang digunakan dan kurang efisien untuk unggas. Dengan adanya IB maka kemampuan induk (pejantan dan betina) untuk berkembang biak akan lebih leluasa.
2. Mempertahankan sifat keturunan yang baik
Keberhasilan IB tidak hanya menurunkan jumlah biaya untuk pemeliharaan ayam pembibit tetapi dengan perkawinan ini peternak dapat mempertahankan sifat genetic yang baik dari unggas (ayam) yang dimilikinya. Sifat yang baik dari pejantan dapat dipertahankan kemudian dikembangkan dan disebarluaskan kepada peternak lain yang membutuhkan.
Pelaksanaan IB
Sebelum melaksanakan inseminasi spermatozoa ayam pejantan ke ayam betina, persiapan-persiapan yang dilakukan adalah:
a. Persiapan alat-alat IB
- Corong plastic atau gelas dilapisi paraffin pada bagian lobangnya.
- Tabung penampung.
- Tuberculine pipet/spuite 1 cc.
Pejantan harus dipisahkan sekurang-kurangnya 1 hari dari betina sebelum diambil air maninya. Ayam pejantan harus diperlakukan secara halus dan perlakuan yang kasar dapat mengakibatkan kegagalan memperoleh air mani. Makanan ayam jantan yang dipakai harus terdiri dari banyak makanan butir-butiran.
b. Cara pengambilan air mani
Cara terbaik untuk mengambil air mani pada ayam jantan dengan cara mengurut pada bagian sekitar anus. Untuk itu diperlukan 2 orang yaitu untuk memegang ayamnya, dan yang lainnya mengadakan urutan pada bagian sekeliling anus dan menampung air mani yang keluar dengan corong beserta tabung penampungnya.
Orang pertama memegang ayam jantan pada bagian diantara kedua kaki dengan tangan kiri, sambil menarik ke bawah kedua sayapnya dengan tangan kanan. Orang kedua dengan tangan kiri mengangkat ekornya ke atas, sambil mengadakan urutan ke muka dan ke belakang pada bagian sekeliling anus, dengan corong yang berisi tabung penampung pada tangan kanan menampung air mani yang keluar. Urutan pada anus dilakukan dengan jari telunjuk dan ibu jari secara teratur dan terus-menerus sampai ayam jantan member respon dengan keluarnya penis dari kloaka dan pada saat ini akan diejakulasikan air maninya.
Kadang-kadang air mani yang diperoleh terkontaminasi oleh darah, ini disebabkan oleh adanya luka pada papilla penis, ayam jantan harus segera diistirahatkan.
c. Evaluasi semen
d. Pengenceran air mani
Air mani pada ayam akan mengalami banyak kerusakan di dalam bahan pengencer daripada air mani mamalia. Bahan pengencer untuk sapi bukanlah bahan pengencer yang baik untuk air mania yam. Sel spermatozoa akan lebih lama hidup di dalam oviduct bagian anterior karena di bagian itu banyak terdapat albumin. Sel-sel spermatozoa hanya dapat hidup beberapa menit di dalam bahan pengencer. Oleh karena itu penambahan bahan pengencer air mani ayam hanya mempunyai arti penambahan volume air mani dan bukan untuk penyimpanan. Air mani yang diencerkan harus segera diinseminasikan.
e. Cara inseminasi pada ayam betina
Dalam melakukan inseminasi pada ayam diperlukan 2 orang, pertama pemegang betina yang akan diinseminasi pada bagian antara kedua paha dengan tangan kiri dan ditaruh diantara badan dan tangan kiri dengan bagian kepala menghadap ke belakang.
Tangan kanan mencari vagina dan kloaka dengan mengadakan penekanan pada bagian abdomen sekeliling anus dengan ibu jari dan jari telunjuk. Lubang sebelah kiri dalam kloaka adalah vagina, lubang kedua sebelah kanan adalah anus. Segera setelah vagina keluar dari kloaka orang kedua memasukkan pipet tuberculin ke dalam vagina kira-kira sedalam 2 cm. sementara itu tekanan pada abdominal dikurangi untuk mencegah keluarnya air mani dari vagina, tetapi mengalir ke depan dan masuk ke oviduct.
f. Evaluasi hasil IB
Untuk mengetahui keberhasilan IB dapat dilakukan dengan pemeriksaan telur (peneropongan telur) mulai hari ke-3 setelah pengeraman.
Sebelum melaksanakan inseminasi spermatozoa ayam pejantan ke ayam betina, persiapan-persiapan yang dilakukan adalah:
a. Persiapan alat-alat IB
- Corong plastic atau gelas dilapisi paraffin pada bagian lobangnya.
- Tabung penampung.
- Tuberculine pipet/spuite 1 cc.
Pejantan harus dipisahkan sekurang-kurangnya 1 hari dari betina sebelum diambil air maninya. Ayam pejantan harus diperlakukan secara halus dan perlakuan yang kasar dapat mengakibatkan kegagalan memperoleh air mani. Makanan ayam jantan yang dipakai harus terdiri dari banyak makanan butir-butiran.
b. Cara pengambilan air mani
Cara terbaik untuk mengambil air mani pada ayam jantan dengan cara mengurut pada bagian sekitar anus. Untuk itu diperlukan 2 orang yaitu untuk memegang ayamnya, dan yang lainnya mengadakan urutan pada bagian sekeliling anus dan menampung air mani yang keluar dengan corong beserta tabung penampungnya.
Orang pertama memegang ayam jantan pada bagian diantara kedua kaki dengan tangan kiri, sambil menarik ke bawah kedua sayapnya dengan tangan kanan. Orang kedua dengan tangan kiri mengangkat ekornya ke atas, sambil mengadakan urutan ke muka dan ke belakang pada bagian sekeliling anus, dengan corong yang berisi tabung penampung pada tangan kanan menampung air mani yang keluar. Urutan pada anus dilakukan dengan jari telunjuk dan ibu jari secara teratur dan terus-menerus sampai ayam jantan member respon dengan keluarnya penis dari kloaka dan pada saat ini akan diejakulasikan air maninya.
Kadang-kadang air mani yang diperoleh terkontaminasi oleh darah, ini disebabkan oleh adanya luka pada papilla penis, ayam jantan harus segera diistirahatkan.
c. Evaluasi semen
d. Pengenceran air mani
Air mani pada ayam akan mengalami banyak kerusakan di dalam bahan pengencer daripada air mani mamalia. Bahan pengencer untuk sapi bukanlah bahan pengencer yang baik untuk air mania yam. Sel spermatozoa akan lebih lama hidup di dalam oviduct bagian anterior karena di bagian itu banyak terdapat albumin. Sel-sel spermatozoa hanya dapat hidup beberapa menit di dalam bahan pengencer. Oleh karena itu penambahan bahan pengencer air mani ayam hanya mempunyai arti penambahan volume air mani dan bukan untuk penyimpanan. Air mani yang diencerkan harus segera diinseminasikan.
e. Cara inseminasi pada ayam betina
Dalam melakukan inseminasi pada ayam diperlukan 2 orang, pertama pemegang betina yang akan diinseminasi pada bagian antara kedua paha dengan tangan kiri dan ditaruh diantara badan dan tangan kiri dengan bagian kepala menghadap ke belakang.
Tangan kanan mencari vagina dan kloaka dengan mengadakan penekanan pada bagian abdomen sekeliling anus dengan ibu jari dan jari telunjuk. Lubang sebelah kiri dalam kloaka adalah vagina, lubang kedua sebelah kanan adalah anus. Segera setelah vagina keluar dari kloaka orang kedua memasukkan pipet tuberculin ke dalam vagina kira-kira sedalam 2 cm. sementara itu tekanan pada abdominal dikurangi untuk mencegah keluarnya air mani dari vagina, tetapi mengalir ke depan dan masuk ke oviduct.
f. Evaluasi hasil IB
Untuk mengetahui keberhasilan IB dapat dilakukan dengan pemeriksaan telur (peneropongan telur) mulai hari ke-3 setelah pengeraman.
Langganan:
Postingan (Atom)






