Sabtu, 15 Oktober 2011

Inseminasi Buatan Pada unggas


Pendahuluan
Inseminasi buatan (IB) pada unggas sebenarnya sudah dikenal sebelum tahun 1926 di daratan China dimana pada saat itu IB dilaksanakan untuk ternak itik. 25 tahun kemudian IB dipraktekkan di Eropa Timur dan Israel pada angsa. Namun dalam perkembangannya hingga saat ini sudah jauh dikenal untuk mengembangkan unggas terutama untuk ayam pembibit.

Teknik perkawinan secara IB mutlak diperlukan untuk mempercepat peningkatan populasi ayam, khususnya ayam petelur, pedaging dan ayam kesayangan lainnya. Teknik IB merupakan bagian dari tatalaksana ternak unggas dengan tujuan utama adalah memproduksi anak ayam semaksimal mungkin. Disini ada keterkaitan antara fertilitas, daya tetas dan kemampuan memproduksi anak ayam. Keberhasilan untuk menghasilkan anak ayam yang berkualitas tinggi tidak terlepas dari jumlah anak ayam yang menetas (daya tetas), sedangkan daya tetas selalu berhubungan dengan fertilitas telur. Tatalaksana yang baik dari induk yang meliputi; perkandangan, pemberian pakan, pemilihan bibit dan teknik perkawinan yang betul akan menghasilkan fertilitas yang tinggi. Dengan manajemen yang baik maka anak ayam yang dihasilkan kemudian akan digunakan sebagai pengganti induk.

Tujuan inseminasi buatan pada ayam dan ayam kesayangan adalah:

1. Mempercepat proses regenerasi
Regenerasi pada makhluk hidup selalu terjadi terus menerus dan merupakan fenomena alam. Siklus dari regenerasi pada unggas relative cepat dibandingkan dengan ternak mamalia. Namun apabila dibandingkan dengan perkawinan alam ternyata regenerasi ini dapat dipercepat dengan cara perkawinan secara alam tidak dapat dikontrol umlah sperma yang digunakan dan kurang efisien untuk unggas. Dengan adanya IB maka kemampuan induk (pejantan dan betina) untuk berkembang biak akan lebih leluasa.
2. Mempertahankan sifat keturunan yang baik
Keberhasilan IB tidak hanya menurunkan jumlah biaya untuk pemeliharaan ayam pembibit tetapi dengan perkawinan ini peternak dapat mempertahankan sifat genetic yang baik dari unggas (ayam) yang dimilikinya. Sifat yang baik dari pejantan dapat dipertahankan kemudian dikembangkan dan disebarluaskan kepada peternak lain yang membutuhkan.

Pelaksanaan IB
Sebelum melaksanakan inseminasi spermatozoa ayam pejantan ke ayam betina, persiapan-persiapan yang dilakukan adalah:
a. Persiapan alat-alat IB
- Corong plastic atau gelas dilapisi paraffin pada bagian lobangnya.
- Tabung penampung.
- Tuberculine pipet/spuite 1 cc.
Pejantan harus dipisahkan sekurang-kurangnya 1 hari dari betina sebelum diambil air maninya. Ayam pejantan harus diperlakukan secara halus dan perlakuan yang kasar dapat mengakibatkan kegagalan memperoleh air mani. Makanan ayam jantan yang dipakai harus terdiri dari banyak makanan butir-butiran.
b. Cara pengambilan air mani
Cara terbaik untuk mengambil air mani pada ayam jantan dengan cara mengurut pada bagian sekitar anus. Untuk itu diperlukan 2 orang yaitu untuk memegang ayamnya, dan yang lainnya mengadakan urutan pada bagian sekeliling anus dan menampung air mani yang keluar dengan corong beserta tabung penampungnya.
Orang pertama memegang ayam jantan pada bagian diantara kedua kaki dengan tangan kiri, sambil menarik ke bawah kedua sayapnya dengan tangan kanan. Orang kedua dengan tangan kiri mengangkat ekornya ke atas, sambil mengadakan urutan ke muka dan ke belakang pada bagian sekeliling anus, dengan corong yang berisi tabung penampung pada tangan kanan menampung air mani yang keluar. Urutan pada anus dilakukan dengan jari telunjuk dan ibu jari secara teratur dan terus-menerus sampai ayam jantan member respon dengan keluarnya penis dari kloaka dan pada saat ini akan diejakulasikan air maninya.
Kadang-kadang air mani yang diperoleh terkontaminasi oleh darah, ini disebabkan oleh adanya luka pada papilla penis, ayam jantan harus segera diistirahatkan.
c. Evaluasi semen
d. Pengenceran air mani
Air mani pada ayam akan mengalami banyak kerusakan di dalam bahan pengencer daripada air mani mamalia. Bahan pengencer untuk sapi bukanlah bahan pengencer yang baik untuk air mania yam. Sel spermatozoa akan lebih lama hidup di dalam oviduct bagian anterior karena di bagian itu banyak terdapat albumin. Sel-sel spermatozoa hanya dapat hidup beberapa menit di dalam bahan pengencer. Oleh karena itu penambahan bahan pengencer air mani ayam hanya mempunyai arti penambahan volume air mani dan bukan untuk penyimpanan. Air mani yang diencerkan harus segera diinseminasikan.
e. Cara inseminasi pada ayam betina
Dalam melakukan inseminasi pada ayam diperlukan 2 orang, pertama pemegang betina yang akan diinseminasi pada bagian antara kedua paha dengan tangan kiri dan ditaruh diantara badan dan tangan kiri dengan bagian kepala menghadap ke belakang.
Tangan kanan mencari vagina dan kloaka dengan mengadakan penekanan pada bagian abdomen sekeliling anus dengan ibu jari dan jari telunjuk. Lubang sebelah kiri dalam kloaka adalah vagina, lubang kedua sebelah kanan adalah anus. Segera setelah vagina keluar dari kloaka orang kedua memasukkan pipet tuberculin ke dalam vagina kira-kira sedalam 2 cm. sementara itu tekanan pada abdominal dikurangi untuk mencegah keluarnya air mani dari vagina, tetapi mengalir ke depan dan masuk ke oviduct.
f. Evaluasi hasil IB
Untuk mengetahui keberhasilan IB dapat dilakukan dengan pemeriksaan telur (peneropongan telur) mulai hari ke-3 setelah pengeraman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar